Wednesday, July 25, 2018

Merawat Lucky, Kucing yang terkena Calicivirus secara mandiri

Lucky adalah anak Kucing hasil rescue yang kami temukan di pinggir jalan. Belum genap 1 bulan dalam perawatan di rumah Kucing, Lucky menunjukkan gejala sakit yang berdasarkan pengalaman kami, Lucky terserang Calici Virus. Karena keterbatasan dan kendala keuangan yang kami alami, tulisan ini adalah cerita dan pengalaman kami saat merawat Lucky di rumah dari mulai gejala awal hingga akhirnya Lucky sehat dan ceria kembali. Semoga bermanfaat.

Lucky sudah sembuh dari Calicivirus
Kenali gejala Virus Calici saat mulai menyerang

Apa yang dimaksud dengan Calicivirus? Feline calicivirus (FCV) merupakan virus yang menyerang kucing pada saluran pernafasan ( Telinga, Hidung dan Tenggorokan). Terdapat beberapa jenis virus dan bakteri yang berbeda dapat menyebabkan penyakit pernafasan pada kucing, Namun Calici virus adalah salah satu infeksi saluran pernafasan yang paling sering diderita oleh kucing. 

Sama seperti halnya Virus Influenza yang menyerang Manusia, hingga saat ini Calici Virus yang menyerang kucing belum ada obatnya. Yang bisa kita lakukan adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh si kucing agar kuat bertahan dan melawan Virus dari dalam tubuhnya. 

Virus Calici sangat mematikan bagi kucing, tercatat hanya 20% kemungkinan hidup bagi si kucing jika sudah terjangkiti Virus ini, karena biasanya kita terlambat mengetahui dan menangani kucing yang terkena Calicivirus maka kemungkinan besar kucing tersebut tidak bisa diselamatkan. 

Beberapa gejala umum yang biasa terlihat pada kucing yang terserang Calici Virus adalah Infeksi saluran pernapasan atas pada hidung dan tenggorokan yang menyebabkan gejala hidung tersumbat, bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung serta mata mengalami konjungtivitis atau radang pada selaput kelopak mata. Selain itu terdapat pula gejala khas saat kucing mulai terinfeksi calicivirus, biasanya si kucing akan mencari tempat panas untuk berjemur, terdapat sariawan di lidah, gusi, bibir dan tumbuh bisul pada sendi-sendi kakinya. Terkadang disertai pembengkakan saluran getah bening ( area sekitar leher ), demam, lesu, tidak nafsu makan dan mata yang sulit untuk terbuka.

Demikian pula gejala yang ditunjukan Lucky, hari ini masih ceria dan nafsu makan, tiba-tiba esoknya sudah lemas dan tidur sepanjang hari. Pukul 1 siang, Lucky justru tidur di bawah terik Matahari dan tidak mau makan sama sekali. Mulutnya penuh liur dan berbau busuk yang tajam. Badannya demam dan mulai bersin-bersin disertai batuk. Setelah kami check rongga dalam mulutnya, terdapat sariawan pada gusi dan lidah Lucky. Telinganya juga sangat kotor dan terjadi pembengkakan pada lehernya.

Masa Inkubasi dan penularan Calicivirus

Calici Virus sangat menular. Jika salah satu kucing sudah terkena Calicivirus maka bisa menularkan ke kucing lainnya yang hidup dalam komunitas. Kucing yang terinfeksi Virus Calici dapat melepaskan partikel virus lewat air liur atau atau cairan dari hidung dan mata. Jadi, saat kucing yang yang sudah terinfeksi virus ini bersin, maka partikel virus di udara dapat menyebar dan menjangkiti kucing lain, bahkan Virus Calici juga disebarkan melalui pup dan pis kucing yang terinfeksi.

Setelah kucing terjangkiti Calici, virus pada kucing akan mengalami masa inkubasi berkisar antara 2 sampai 6 hari. Namun masa Inkubasi bisa lebih panjang jika menyerang kucing dewasa atau kucing yang lebih sehat, biasanya akan berlangsung selama 14-20 hari. Selama masa ini, Virus calici pada kucing sangat berpotensi menular ke kucing lainnya.

CaliciVirus dapat bertahan cukup lama di lingkungan yang terkontaminasi terlebih jika tempatnya sejuk dan basah. Yang diperlu diperhatikan adalah kita yang telah menyentuh benda-benda yang terkontaminasi atau saat merawat kucing yang terinfeksi juga dapat menyebarkan virus ke kucing yang lain terutama pada kucing yang belum dewasa. Jadi, selalu jaga kebersihan diri setelah merawat kucing yang menderita Calici Virus, cuci tangan dengan benar, jika perlu gunakan Alkohol 70%.

Selama 3 hari, Lucky kehilangan nafsu makan, tidur di bawah terik matahari dan menunjukan gejala flu berat. Hidungnya tersumbat, tubuhnya lemas dan demam tinggi, Lucky juga cenderung memisahkan diri dari komunitas kucing lainnya, Lebih banyak bersembunyi dan tampak sering menggaruk bagian mulut dan telinganya. Kedua tangan depan Lucky menjadi sangat kotor akibat sering menggaruk liur pada mulut dan cairan dari hidungnya. Bahkan saat akan dipindahkan ke ruangan isolasi, Lucky diam saja, tetap tidur walau keranjangnya diangkat. Nafasnya mulai berat akibat sesak nafas dan batuk, namun Lucky cenderung diam saja dan tidak banyak bergerak.

Lucky saat belum terkena calicivirus
Merawat Lucky, Kucing yang terkena Calicivirus secara mandiri

Hal pertama yang kami lalukan adalah memisahkan Lucky dari komunitas kucing lainnya, hal ini harus segera dilakukan agar Virus Calici tidak menyebar luas dan menular pada kucing-kucing lainnya. Pada ruangan yang terisolasi, diharapkan kucing yang terjangkitin Virus Calici dapat lebih banyak dan tenang beristirahat tanpa diganggu oleh kucing lainnya. 

Selanjutnya membersihkan area pernafasan Lucky dengan menyeka bagian Hidung dan mulut agar bisa lebih leluasa bernafas. Lalu rongga telinga Lucky juga dibersihkan dengan kapas yang sudah diberi sedikit VCO. Khusus pada area sekitar mulut dan kaki depannya, dibersihkan dengan kapas yang dibasahi air hangat secara perlahan untuk menghilangkan bekas liur dan kotoran yang melekat. 

Pemberian salep sariawan ( Kenalog atau Bufacomp ) sangat dianjurkan untuk membantu meredakan nyeri dan luka dalam rongga mulut kucing. Dioleskan pada kedua sisi mulut agar nantinya terjilat dan mengenai semua bagian mulutnya. Kami memberikan salep sariawan setiap 4 jam sekali, atau setiap akan menyuapi cairan dan makanan pada Lucky. Fungsinya agar mulutnya tidak terasa pedih saat ada makanan masuk dan agar bisa tertelan seluruh asupan gizi yang diberikan. 

Pemberian makanan basah yang lunak juga sangat dianjurkan bagi kucing  yang terkena Calici, karena Sariawan di mulutnya tidak memungkinkan bagi si kucing menguyah makanan keras. Dengan bantuan Suntikan tanpa jarum, Kuning telur ayam dan Sun Bubur beras merah untuk balita 0-6 bulan yang sudah dicairkan dengan kaldu rebusan ayam tanpa bumbu menjadi asupan makanan bagi Lucky selama masa perawatan. Selain itu dengan sutikan yang sama, Lucky juga sering kami bantu minum karena dia mengalami kesulitan untuk bisa minum sendiri.

Leher Lucky tampak bengkak dan juga mengalami demam, namun nampak kedinginan karena sempat tidur di bawah terik Matahari. Kami mengoleskan VCO pada area sekitar leher, perut dan telinga Lucky karena ternyata VCO memberikan efek hangat pada tubuh kucing. Mulanya Lucky agak berontak saat akan diolesi VCO, mungkin karena aroma dan lengket pada bulunya, namun akhirnya diam dan pasrah saat kami mulai mengoleskan pada bagian-bagian tubuhnya. 

Saat menjalani perawatan dalam ruangan Isolasi, setelah kami suapi makan pagi dengan bantuan suntikan tanpa jarum yang ujungnya sudah diberi karet ban sepeda, Lucky diberi Transfer Factor feline  dipadukan dengan Vitamin Imboost 1ml dan Antibiotik Amoxicillin 1ml untuk membantu meredakan rasa sakit dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Beruntung Lucky termasuk kucing yang tidak sulit saat diberi obat, jadi semua isi dalam suntikan dapat tertelan seluruhnya.

Transfer factor kucing untuk menambah daya tahan tubuh kucing

Wajah Lucky terlihat sangat tirus, tubuhnya juga menjadi kurus dan tercium aroma tak sedap dari mulutnya, kami sudah pasrah saat itu, untuk segala kemungkinan terburuk yang mungkin bisa terjadi. Segala upaya kami usahakan dengan sepenuh hati saat merawat Lucky, tidak lupa juga kami sertakan doa untuk segala kebaikan dan kesehatannya.

Selama 3 hari Lucky berada di ruang Isolasi, hanya tidur dan sesekali pindah posisi. Ruangan Isolasi tempat Lucky beristirahat kami buat senyaman mungkin, dijaga tetap bersih dan hangat, penerangan juga diredupkan karena terlihat mata Lucky agak menyipit saat terkena cahaya. Tidak lupa juga kami sediakan Litterbox untuk keperluan pis dan pup, karena memang tidak ada gangguan pencernaan pada kucing yang terkena Calici Virus.

Keajaiban itu akhirnya datang, saat kami membuka pintu untuk mempersiapkan makan pagi, nampak Lucky sudah berdiri di depan pintu dan menyambut kami dengan penuh semangat. Kebahagiaan yang tak ternilai harganya saat melihat Lucky lahap berusaha menghabiskan makanannya sendiri dan tampak mulai menjilati kedua tangan depannya setelah makan. 

Lucky tetap berada di ruangan Isolasi hingga 1 minggu setelahnya, kami beri porsi makananan lebih banyak dan lebih bergizi untuk membantu mempercepat proses pemulihan. Seakan terbayar seluruh usaha kami saat melihat Lucky pulih dan ceria kembali berkumpul bersama teman-teman kucing lainnya.

Saat ini Lucky sudah berusia hampir 1 tahun, gemuk, sehat dan ceria. Demikian pengalaman kami merawat kucing yang terkena Calici Virus secara mandiri di rumah. Semoga bermanfaat
Share:

2 comments:

  1. Itu vitamin imboostnya yang untuk dewasa atau anak-anak ya ka?

    ReplyDelete

Blog Archive

Support