Thursday, November 2, 2017

Cara memberikan obat cacing pada kucing dan dosisnya

Cacingan adalah salah satu penyebab kematian pada anak kucing. Terdapat 4 jenis cacing yang menyerang kucing yaitu cacing gelang, cacing tambang, cacing hati dan cacing pita. Salah satu indikasi anak kucing terinfeksi cacing adalah nafsu makan menurun, perut membuncit hingga muntah dan pup yang berisi cacing.



Kami memberikan Drontal Cat, obat cacing khusus kucing yang difomulasikan untuk membasmi semua jenis cacing yang ada dalam perut kucing. Dengan dosis yang tepat, pemberian obat cacing pada kucing secara berkala terbukti mampu mengurangi tingkat kematian kucing akibat cacingan.



Berikut iniVideo cara memberi obat Cacing pada Kucing beserta dosisnya




Share:

Bisul di sendi-sendi kaki Kucing


Anak kucing ini bernama Milan, kucing rescue yang kami temukan di pasar dekat rumah. Saat ditemukan dalam kondisi terkena bisul di hampir semua sendi kakinya.

Mulanya kami kira itu adalah bisul akibat telalu lama hidup di jalanan atau akibat luka yang terkena kotoran. Namun setelah kami googling ternyata itu salah satu indikasi penyakit Feline Calicivirus.



Uniknya, bisul pada sendi-sendi kaki milan terjadi berkali-kali. Hari ini bengkak, besok pecah, lusa kering, namun berselang 3 hari muncul lagi bisul yang sama.


Karena ketebatasan pengetahuan kami saat itu tentang Feline Calicivirus, Milan hanya kami beri Antibotik dan Vitamin. Kami juga membersihkan luka bekas pecahan bisul di sendi-sendi dan mengompresnya dengan Revanol.


Selama bisulan itu, Milan memiliki nafsu makan normal cenderung rakus, suhu tubuh juga normal tetap lincah walau jalannya terpincang-pincang. Kami juga mengoleskan VCO pada luka bisul dan jamur yang ada pada hampis semua bagian tubuhnya.


Saat ini kondisi Milan sudah pulih sepenuhnya. Sehat dan lincah walau gerak tubuh dan cara berjalannya agak berbeda dengan kucing lainnya.




Kucing Milan jadi ganteng banget :D
Share:

Merawat kucing yang lehernya bengkak

Salah satu kucing kami tiba-tiba mengalami pembengkakan pada leher tanpa diketahui secara pasti apa sebabnya. Mulanya hanya benjolan kecil, namun setelah 3 hari bengkak makin membesar, sehingga membuat si kucing sulit untuk makan. Anak kucing ini berumur kurang lebih 3 bulan, sebelumnya sehat fisik, gemuk dan lincah. Namun sejak lehernya membengkak, Suhu tubuhnya menjadi panas dan sehari-harinya hanya tidur dan malas bergerak.




Dan saat bengkak itu pecah, menciptakan 2 lubang besar pada bagian bawah mulut si kucing, Kami merawatnya dengan membersihkan kotoran dan cairan yang keluar dari lubang tersebut air hangat, menggunakan kapas dan kasa steril, lalu di usapkan sedikit Alkohol dan Rivanol untuk mempercepat penutupan luka.


Kami juga memberi Antibiotik ( Amoxicillin ) dengan dosis 1ml selama 3 hari. Selang beberapa hari, perlahan-lahan luka luka mengering dan mengecil. si kucing kembali lincah.






Share:

Blog Archive

Support