Friday, June 16, 2017

Kisah perjuangan Milo seekor kucing kampung jantan

Hai perkenalkan, namaku Milo. Kucing Jalanan Jantan yang hingga saat ini tinggal di sebuah rumah penuh cinta, buluku berwarna coklat susu dan aku berusia kurang lebih satu tahun. Saat ini aku akan menceritakan sebuah kisah, tentang hidup seekor kucing terlantar ditengah keluarga penyayang kucing.

Milo
Kuawali kisah saat pertama kali aku dipertemukan dengan mommy di tengah keramaian pasar. Saat itu aku sedang termenung dibawah meja seorang penjual sayur, tak ada suara yang bisa kuteriakkan, hanya diam sambil menatap bingung sekelilingku. Tubuhku yang mungil dan kurus mungkin membuat mommy iba padaku dan bergegas membawaku pulang. Tapi sebenarnya mommy tidak tau, apa yang dibawanya pulang saat itu, seekor anak kucing tanpa induk dengan segala penderitaan.

Milo disambut Mini saat pertama datang
Segera sesampai di rumah, aku diperkenalkan dengan teman-teman senasib lainnya, mereka menyambut kedatanganku. Tak ada pertengkaran dan perkelahian diantara kami, bahkan aku langsung merasa betah tinggal di rumah mommy. Kulihat mommy sibuk menyiapkan sesuatu di dapur, aku asik bermain dengan teman-teman sambil sesekali memandangi mommy. Apa yang mommy pikirkan saat itu, hingga aku diambil dan dibawa pulang hingga bertemu banyak teman.

Milo akrab dengan teman barunya
Makan, rupanya mommy menyiapkan makanan untuk aku dan teman-teman. Setiap pagi sepulang dari pasar, mommy segera mengukus ikan layang segar yang baru dibelinya. 12 Ekor teman baruku yang lebih dulu tinggal di sini sudah paham betul kebiasaan mommy, mereka menunggu dengan sabar walaupun terlihat sangat lapar. Dengan lahap kami segara menghabiskan hidangan yang mommy berikan, tandas tak bersisa.

Setelah makan, aku didekati mommy, tangannya terlihat memegang gunting. Ih serem, apa yang akan mommy lalukan padaku saat aku tak berdaya karena kekenyangan. "Kresss" seketika itu juga kalung tali rapia yang melingkari leherku putus terkena gunting mommy, lega rasanya. Aku sendiri lupa sejak kapan memakai kalung itu, tapi rupanya mommy masih belum puas. Disibaknya bulu coklatku kekiri dan kanan, mommy dengan teliti melihat seluruh tubuhku. Terlihatlah bulatan-bulatan bekas jamur disekujur tubuh, terutama di sekitar mata dan telingaku, terasa sangat gatal dan kemerahan. VCO ( Minyak Kelapa Murni ) dioleskan mommy pada bagian sekitar mata dan telingaku, begitu banyak yang terjadi di hari pertamaku di rumah Mommy, sementara aku mulai tertidur dengan lelap.

Milo tertidur lelap setelah makan
Diare akut yang kualami tak luput dari perhatian mommy, mungkin karena terlalu lama di jalan, cacingan, kedingingan, makan makanan yang tidak semestinya hingga membuat pencernaanku terganggu. Sampai-sampai (maaf) anusku tersembul keluar. Lacto-B (obat pencernaan untuk bayi manusia) yang dilarutkan pada sedikit air diberikan mommy padaku dengan spuit tanpa jarum. Awalnya aku berontak, tapi dengan sabar mommy menyuapi obat itu hingga tertelan semua. Keesokan harinya, mommy memberiku Drontal Cat ( Obat Cacing Kucing ) 1/8 bagian untuk mengeluarkan cacing-cacing yang mengerogoti isi perutku.

Waktu berjalan begitu cepat, seminggu sudah aku ada di rumah mommy. Jamur disekitar tubuhku makin banyak dan menyebar hingga ke ekor. Tapi aku malas sekali bergerak, tidur melingkar di keset dekat dapur adalah kegiatanku hari ini. Candaan dari teman-teman tak aku hiraukan, Makanan yang diberikan mommy juga sama sekali tidak menarik minatku, yang aku inginkan hanya tidur, tidur dan tidur. Namun rupanya mommy memperhatikan sikapku, mulutku yang belepotan liur dilap dengan air hangat lalu dibuka lebar-lebar dan diolesi sesuatu. Sesuatu yang pedih dan membuat aku berontak sejadinya. Rupanya mommy mengusapkan setetes Albothyl yang dilarutkan pada setetes air diberikan pada luka di sekitar mulutku menggunakan cotton bud. Ajaibnya, beberapa menit setelah itu, aku langsung lahap menghabiskan makanan yang mommy berikan.

Milo sariawan
Belum sembuh benar sariawan pada mulutku, hari ini aku demam. Ada Benjolan di leherku, awalnya kecil tak begitu kuhiraukan. Namun benjolan itu menjadi lebih besar dan membuat tubuhku panas. Dengan sabar Mommy mengusapkan washlap hangat setiap pagi dan sore pada benjolan dileherku dan mengompresnya dengan Revanol. Perban yang dililitkan disekitar kepala sangat menggangu kenyamanan dan aktivitasku. Tapi mau bagaimana lagi, mommy melarangku mengaruk dan menggigit perban itu.

Milo dan perban dilehernya
Namun saat aku bercanda saling mencakar dengan teman-teman, tanpa sadar benjolanku tersangkut salah satu kuku mereka dan "splash" cairan dalam benjolan itu kerhambur keluar, meninggalkan luka mengganga pada leherku. Luka itu dikompres dengan Revanol dan betadine secara bergantian, namun Mommy sempat kebingungan, bagaimana caranya agar luka itu tidak infeksi tergaruk oleh cakarku atau temanku. Hingga akhirnya tercetus ide, melilitkan perban agak tebal pada gelas plastik dan dipakaikan seperti gelang pada leherku. Ternyata, benjolan di leherku ada dua dan pecah pada waktu yang berbeda, terbayangkan bagaimana kerepotan mommy merawat lukaku itu.

Milo pakai gelang perban dari gelas plastik
Perlahan, Diare dan sariawan juga sudah tidak menyerangku lagi. Jamur di sekujur tubuhku juga mulai sembuh, Mommy mengoleskan VCO setiap pagi saat matahari bersinar terik dan memandikan aku dengan sabun mengandung sulfur 2 minggu kemudian. Perlu waktu 3 bulan untuk memulihkan kondisiku dan hasilnya sekarang Aku menjadi lebih percaya diri, bermain bersama teman-teman dan adik-adik asuh lainnya di rumah mommy.
Milo di kamar
Aku tidak tau berapa tepatnya usiaku dan siapa pemilik asliku yang dulu membuangku di pasar, namun setahun sudah aku tinggal di rumah mommy, bersama lebih dari 30 ekor teman-teman yang memiliki kisah yang tidak terlalu berbeda denganku. Kami hidup rukun, saling menyayangi dan memiliki tempat favorit sendiri untuk tidur, aku sangat suka tidur di kamar mommy melingkar pada bantal kesayangannya.

Milo termenung
Demikian kisah perjalanan satu tahun hidupku di rumah seorang penyayang kucing. Aku Milo, Kucing jantan dengan bulu berwarna coklat susu, semoga ceritaku ini memberikan inspirasi pada semua orang dan agar mereka semakin peduli pada kucing terlantar.

Update foto-foto Milo terbaru






 

Share:

1 comments:

Blog Archive

Support