Thursday, November 14, 2019

Merawat kucing flu berat hingga sembuh

Kucing kecil ini bernama Oreo, Oreo mengalami flu berat sehingga kesulitan untuk bernafas, hampir seminggu dia menderita pilek parah. karena berbagai keterbatasan akhirnya Oreo kami rawat secara mandiri dan Alhamdulillah sembuh total.



Berikut ini yang kami lakukan merawat kucing flu berat hingga sembuh :

1. Membersihkan area hidung dan mulutnya dengan air hangat hingga bersih
2. Menyuapi makanan secara teratur dengan kuning telur atau makanan basah lainnya
3. Memberikan Transfer Factor Feline 2 kali sehari pagi dan malam hari ( 1/2 kapsul setiap minum, dosis bisa ditingkatkan menjadi 1 kapsul untuk kucing dewasa ).
4. Memberikan Antibiotik Yusimox/Etamox 1 mili sehari selama 3 hari
5. Menjemur kucing dipagi hari selama 10-15 menit secara rutin

Video Oreo dari flu berat hingga sembuh



 Demikianlah pengalaman kami cara mengobati kucing flu/pilek hingga sembuh, semoga bermanfaat
Share:

Tuesday, November 12, 2019

Kisah Tobi kucing yang sembuh dari calicivirus dan lumpuh

Kucing ini namanya Tobi, kucing yang kami rescue dalam kondisi sakit parah terindikasi terkena calicivirus, setelah kami rawat Tobi sehat seperti kucing lainnya, tapi selang 2 bulan kemudian, si Tobi tiba-tiba lumpuh. Alhamdulillah berkat kesabaran dan usaha yang tidak kenal lelah maka si Tobi berhasil sembuh dari kelumpuhan.


Kini Tobi sudah besar dan lincah




Karena suatu hal Tobi kami rawat sendiri dirumah secara mandiri, hal yang kami lakukan untuk menyembuhkan si Tobi kucing yang mengalami kelumpuhan adalah sebagai berikut :

  Berikut ini 8 hal yang kami lakukan agar kucing lumpuh bisa sembuh :




1. Memisahkan dari komunitas kucing lainnya
2. Wajib memberikan makan dan minum setiap 2 jam sekali
3. Memberikan Transfer Factor Feline 2 kali sehari pagi dan malam
 4. Memberikan Nutri-Gel plus 1 kali sehari setelah makan
5. Memberikan Antibiotik 1ml/hari selama 3 hari
6. Membersihkan rongga dalam telinganya hingga bersih
7. Memberikan obat tetes kuping untuk Earmite
8. Berdoa untuk kesembuhannya Demikian cara mengobati kucing lumpuh hingga sembuh berdasarkan pengalaman pribadi
Share:

Wednesday, July 25, 2018

13 jenis Makanan yang Berbahaya bagi Kucing

Kucing membutuhkan asupan gizi dan nutrisi seimbang agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Pemberian makanan dan minuman yang tepat akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan si Kucing.
13 jenis makanan yang berbahaya bagi kucing

Makanan dan Minuman Manusia adakalanya berbahaya bagi kesehatan kucing. Beberapa Jenis obat-obatan justru sangat membahayakan jiwa kucing jika diberikan tanpa rujukan dokter dan tenaga medis ahli. Karena setiap makanan yang tidak diformulasikan secara khusus untuk kucing akan dapat mempengaruhi sistem pencernaan, menyebabkan muntah, diare, hilangan nafsu makan bahkan hingga dapat merenggut jiwanya. Kenali Zat-zat yang terkandung dalam makanan sebelum diberikan kepada kucing kesayangan.

Pengetahuan kita sebagai pemelihara dan perawat kucing sangatlah penting untuk jenis makanan dan minuman yang mungkin akan berbahaya bagi kesehatannya dan berikut 15 Jenis makanan yang berbahaya bagi kucing.

Bawang
Semua jenis bawang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh kucing, karena kandungan zat didalamnya dapat sel darah merah dan menyebabkan anemia pada kucing. Selain itu Bawang juga sangat mengganggu sistem pencernaan kucing, menyebabkan muntah-muntah, lesu hingga urine kucing berubah warna menjadi kemerahan. Zat beracun pada bawang yang berbahaya bagi kucing tidak akan hilang walau sudah dimasak dengan berbagai cara. Teliti dan baca baik-bail lebel makanan sebelum memberikannya pada  kucing, apakah terkandung unsur bawang didalamnya.

Cokelat
Jangan sekali-kali memberikan coklat kepada kucing, karena coklat mengandung senyawa theobromine dan kafein. Zat ini ada dalam segala bentuk cokelat, dan paling banyak terdapat pada coklat gelap dan roti coklat tanpa pemanis. Coklat dapat menyebabkan denyut jantung yang tak beraturan, kram ( tremor otot ), muntah, diare, kejang hingga dapat berujung pada kematian

Kopi,Teh dan Minuman energi
Semua jenis minuman ini sangat berbahaya karena mengandung kafein dalam dosis yang cukup tinggi untuk memicu kineja jantung dan sistem syaraf pada kucing. Dapat menyebabkan kucing menjadi gelisah, lebih cepat haus, muntah-muntah, diare, bernafas cepat, jantung berdebar dan menimbulkan efek gemetar serta tremor otot.

Susu dan produk olahannya
Kandungan Lactosa pada Susu kemasan  tidak dapat dicerna oleh kucing. Oleh sebab itu Lactosa sangat berbahaya karena dapat menyebakan kucing menderita masalah pencernaan, diare akut yang dapat berujung pada kematian.

Alkohol.
Makanan dan minuman yang mengandung Alkohol sangat berbahaya untuk kucing. Karena kucing juga bisa mabuk dan mempengaruhi sistem syaraf. Zat yang terkandung pada Alkohol juga bisa dengan mudah menyebabkan kerusakan hati, kerusakan otak parah dan mengakibatkan masalah pencernaan serta pernafasan pada kucing. Satu sendok alkohol bisa menyebabkan kucing mengalami koma bahkan tidak sedikit yang akhirnya kehilangan nyawa.

Tomat dan Jamur
Kandungan Alkoloid dan senyawa beracun glycoalkoloid Solanine yang terkandung dalam tomat hijau dan jamur dapat mengakibatkan kejang dan masalah pencernaan serius pada kucing.

Ekstraksi minyak tumbuh-tumbuhan
Aroma dari hasil ekstraksi tumbuh-tumbuhan dinyatakan berbahaya bagi kesehatan kucing. Karena ternyata dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh, menyebabkan muntah dan gangguan pengelihatan pada kucing

Obat-obatan tanpa resep dokter
Parasetamol dan Asetaminofen yang terkonsumsi oleh kucing tanpa anjuran dokter sangat berbahaya bagi kesehatannya. Karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme hemoglobin hingga kucing akan mengalami anemia, kekurangan oksigen, muntah, liur berlebihan, lidah membiru, detak jantung tidak beraturan hingga akhirnya koma bahkan hingga kehilanggan nyawa.

Xylitol.
Xylitol adalah senyawa pemanis buatan yang digunakan dalam banyak makanan bebas gula, terutama permen karet, pasta gigi dan obat kumur . Belum ada catatan tentang kucing yang sakit  akibat mengkonsumsi zat ini, tapi pada anjing dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, diikuti oleh kerusakan pada hati hingga berujung pada koma dan kematian. Akan lebih baik aman  jika kucing tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat ini.

Anggur dan Kismis.
Belum ada laporan tentang kucing yang menderita sakit akibat mengkonsumsi makanan ini. Namun pada anjing, zat tang tekandung dalam Anggur dan kismis dapat menyebabkan gagal ginjal akut ditandai dengan kondisi tubuh yang melemah. lesu, muntah, sering buang air kecil dan Diare. Hal yang terbaik adalah jangan sampai membahayakan kesehatan kucing Anda dengan membiarkan dia mengonsumsi makanan ini.

Alpukat

Kandungan Persin dalam daun, buah, biji dan kulit Alpukat sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi oleh kucing. Karena dapat menyebabkan kucing kesulitan bernafas, mengalami kerusakan pada otot jantung, lesu, diare, muntah kejang hingga koma

Jeruk
Ternyata Jeruk dan Vitamin C didalamnya dapat membahayakan kesehatan kucing. Kandungan asam Sitrat pada  batang, daun, kulit, buah dan biji jeruk dapat menyebabkan kerusakan sistem syaraf, iritasi lambung, diare dan muntah.

Putih telur.
Kuning telu sangat baik bagi kucing, namun sebaliknya putih telur sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh kucing. Kandungan Avidin pada putih telur dapat menghentikan penyerapan biotin/ Vitamin B yang sangat diperlukan oleh kucing. Selain itu dikhawatirkan mengandung bakteri Salmonella dan E-coli pada putih telur dapat menyebabkan gangguan pencernaan, diare serta masalah kulit dan bulu kusam pada kucing

Dalam beberapa kasus untuk dosis kecil, mungkin kucing tidak akan mengalami gangguan kesehatan berarti, namun alangkah baiknya untuk sebisa mungkin tidak memberikan makanan dan minuman yang berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan jiwa si kucing.

Namun jika tertelan dalam jumlah yang lebih besar maka kucing akan muntah-muntah dan mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi dokter hewan atau klinik terdekat untuk mendapatkan saran dan tindakan medis khusus

Pencegahan terbaik adalah menjaga makanan yang berpotensi berbahaya dari jangkauan kucing. Sebisa mungkin tidak membiasakan memberi kucing makan yang sedang dikonsumsi manusia diluar waktu makan yang sudah ditentukan  Hal ini juga dapat mencegah perilaku kucing meminta-minta dan kemungkinan  ketidakseimbangan gizi.

Don't Shop, Please adopt !!

Jangan berikan makanan pada kucing yang sudah tidak bisa lagi dikonsumsi manusia. Karena sejatinya Kucing perlu gizi yang sama nilainya dengan manusia. Dan sebisa mungkin hindari memberi makan yang berbahaya bagi kucing.
Share:

Merawat Lucky, Kucing yang terkena Calicivirus secara mandiri

Lucky adalah anak Kucing hasil rescue yang kami temukan di pinggir jalan. Belum genap 1 bulan dalam perawatan di rumah Kucing, Lucky menunjukkan gejala sakit yang berdasarkan pengalaman kami, Lucky terserang Calici Virus. Karena keterbatasan dan kendala keuangan yang kami alami, tulisan ini adalah cerita dan pengalaman kami saat merawat Lucky di rumah dari mulai gejala awal hingga akhirnya Lucky sehat dan ceria kembali. Semoga bermanfaat.

Lucky sudah sembuh dari Calicivirus
Kenali gejala Virus Calici saat mulai menyerang

Apa yang dimaksud dengan Calicivirus? Feline calicivirus (FCV) merupakan virus yang menyerang kucing pada saluran pernafasan ( Telinga, Hidung dan Tenggorokan). Terdapat beberapa jenis virus dan bakteri yang berbeda dapat menyebabkan penyakit pernafasan pada kucing, Namun Calici virus adalah salah satu infeksi saluran pernafasan yang paling sering diderita oleh kucing. 

Sama seperti halnya Virus Influenza yang menyerang Manusia, hingga saat ini Calici Virus yang menyerang kucing belum ada obatnya. Yang bisa kita lakukan adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh si kucing agar kuat bertahan dan melawan Virus dari dalam tubuhnya. 

Virus Calici sangat mematikan bagi kucing, tercatat hanya 20% kemungkinan hidup bagi si kucing jika sudah terjangkiti Virus ini, karena biasanya kita terlambat mengetahui dan menangani kucing yang terkena Calicivirus maka kemungkinan besar kucing tersebut tidak bisa diselamatkan. 

Beberapa gejala umum yang biasa terlihat pada kucing yang terserang Calici Virus adalah Infeksi saluran pernapasan atas pada hidung dan tenggorokan yang menyebabkan gejala hidung tersumbat, bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung serta mata mengalami konjungtivitis atau radang pada selaput kelopak mata. Selain itu terdapat pula gejala khas saat kucing mulai terinfeksi calicivirus, biasanya si kucing akan mencari tempat panas untuk berjemur, terdapat sariawan di lidah, gusi, bibir dan tumbuh bisul pada sendi-sendi kakinya. Terkadang disertai pembengkakan saluran getah bening ( area sekitar leher ), demam, lesu, tidak nafsu makan dan mata yang sulit untuk terbuka.

Demikian pula gejala yang ditunjukan Lucky, hari ini masih ceria dan nafsu makan, tiba-tiba esoknya sudah lemas dan tidur sepanjang hari. Pukul 1 siang, Lucky justru tidur di bawah terik Matahari dan tidak mau makan sama sekali. Mulutnya penuh liur dan berbau busuk yang tajam. Badannya demam dan mulai bersin-bersin disertai batuk. Setelah kami check rongga dalam mulutnya, terdapat sariawan pada gusi dan lidah Lucky. Telinganya juga sangat kotor dan terjadi pembengkakan pada lehernya.

Masa Inkubasi dan penularan Calicivirus

Calici Virus sangat menular. Jika salah satu kucing sudah terkena Calicivirus maka bisa menularkan ke kucing lainnya yang hidup dalam komunitas. Kucing yang terinfeksi Virus Calici dapat melepaskan partikel virus lewat air liur atau atau cairan dari hidung dan mata. Jadi, saat kucing yang yang sudah terinfeksi virus ini bersin, maka partikel virus di udara dapat menyebar dan menjangkiti kucing lain, bahkan Virus Calici juga disebarkan melalui pup dan pis kucing yang terinfeksi.

Setelah kucing terjangkiti Calici, virus pada kucing akan mengalami masa inkubasi berkisar antara 2 sampai 6 hari. Namun masa Inkubasi bisa lebih panjang jika menyerang kucing dewasa atau kucing yang lebih sehat, biasanya akan berlangsung selama 14-20 hari. Selama masa ini, Virus calici pada kucing sangat berpotensi menular ke kucing lainnya.

CaliciVirus dapat bertahan cukup lama di lingkungan yang terkontaminasi terlebih jika tempatnya sejuk dan basah. Yang diperlu diperhatikan adalah kita yang telah menyentuh benda-benda yang terkontaminasi atau saat merawat kucing yang terinfeksi juga dapat menyebarkan virus ke kucing yang lain terutama pada kucing yang belum dewasa. Jadi, selalu jaga kebersihan diri setelah merawat kucing yang menderita Calici Virus, cuci tangan dengan benar, jika perlu gunakan Alkohol 70%.

Selama 3 hari, Lucky kehilangan nafsu makan, tidur di bawah terik matahari dan menunjukan gejala flu berat. Hidungnya tersumbat, tubuhnya lemas dan demam tinggi, Lucky juga cenderung memisahkan diri dari komunitas kucing lainnya, Lebih banyak bersembunyi dan tampak sering menggaruk bagian mulut dan telinganya. Kedua tangan depan Lucky menjadi sangat kotor akibat sering menggaruk liur pada mulut dan cairan dari hidungnya. Bahkan saat akan dipindahkan ke ruangan isolasi, Lucky diam saja, tetap tidur walau keranjangnya diangkat. Nafasnya mulai berat akibat sesak nafas dan batuk, namun Lucky cenderung diam saja dan tidak banyak bergerak.

Lucky saat belum terkena calicivirus
Merawat Lucky, Kucing yang terkena Calicivirus secara mandiri

Hal pertama yang kami lalukan adalah memisahkan Lucky dari komunitas kucing lainnya, hal ini harus segera dilakukan agar Virus Calici tidak menyebar luas dan menular pada kucing-kucing lainnya. Pada ruangan yang terisolasi, diharapkan kucing yang terjangkitin Virus Calici dapat lebih banyak dan tenang beristirahat tanpa diganggu oleh kucing lainnya. 

Selanjutnya membersihkan area pernafasan Lucky dengan menyeka bagian Hidung dan mulut agar bisa lebih leluasa bernafas. Lalu rongga telinga Lucky juga dibersihkan dengan kapas yang sudah diberi sedikit VCO. Khusus pada area sekitar mulut dan kaki depannya, dibersihkan dengan kapas yang dibasahi air hangat secara perlahan untuk menghilangkan bekas liur dan kotoran yang melekat. 

Pemberian salep sariawan ( Kenalog atau Bufacomp ) sangat dianjurkan untuk membantu meredakan nyeri dan luka dalam rongga mulut kucing. Dioleskan pada kedua sisi mulut agar nantinya terjilat dan mengenai semua bagian mulutnya. Kami memberikan salep sariawan setiap 4 jam sekali, atau setiap akan menyuapi cairan dan makanan pada Lucky. Fungsinya agar mulutnya tidak terasa pedih saat ada makanan masuk dan agar bisa tertelan seluruh asupan gizi yang diberikan. 

Pemberian makanan basah yang lunak juga sangat dianjurkan bagi kucing  yang terkena Calici, karena Sariawan di mulutnya tidak memungkinkan bagi si kucing menguyah makanan keras. Dengan bantuan Suntikan tanpa jarum, Kuning telur ayam dan Sun Bubur beras merah untuk balita 0-6 bulan yang sudah dicairkan dengan kaldu rebusan ayam tanpa bumbu menjadi asupan makanan bagi Lucky selama masa perawatan. Selain itu dengan sutikan yang sama, Lucky juga sering kami bantu minum karena dia mengalami kesulitan untuk bisa minum sendiri.

Leher Lucky tampak bengkak dan juga mengalami demam, namun nampak kedinginan karena sempat tidur di bawah terik Matahari. Kami mengoleskan VCO pada area sekitar leher, perut dan telinga Lucky karena ternyata VCO memberikan efek hangat pada tubuh kucing. Mulanya Lucky agak berontak saat akan diolesi VCO, mungkin karena aroma dan lengket pada bulunya, namun akhirnya diam dan pasrah saat kami mulai mengoleskan pada bagian-bagian tubuhnya. 

Saat menjalani perawatan dalam ruangan Isolasi, setelah kami suapi makan pagi dengan bantuan suntikan tanpa jarum yang ujungnya sudah diberi karet ban sepeda, Lucky diberi Transfer Factor feline  dipadukan dengan Vitamin Imboost 1ml dan Antibiotik Amoxicillin 1ml untuk membantu meredakan rasa sakit dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Beruntung Lucky termasuk kucing yang tidak sulit saat diberi obat, jadi semua isi dalam suntikan dapat tertelan seluruhnya.

Transfer factor kucing untuk menambah daya tahan tubuh kucing

Wajah Lucky terlihat sangat tirus, tubuhnya juga menjadi kurus dan tercium aroma tak sedap dari mulutnya, kami sudah pasrah saat itu, untuk segala kemungkinan terburuk yang mungkin bisa terjadi. Segala upaya kami usahakan dengan sepenuh hati saat merawat Lucky, tidak lupa juga kami sertakan doa untuk segala kebaikan dan kesehatannya.

Selama 3 hari Lucky berada di ruang Isolasi, hanya tidur dan sesekali pindah posisi. Ruangan Isolasi tempat Lucky beristirahat kami buat senyaman mungkin, dijaga tetap bersih dan hangat, penerangan juga diredupkan karena terlihat mata Lucky agak menyipit saat terkena cahaya. Tidak lupa juga kami sediakan Litterbox untuk keperluan pis dan pup, karena memang tidak ada gangguan pencernaan pada kucing yang terkena Calici Virus.

Keajaiban itu akhirnya datang, saat kami membuka pintu untuk mempersiapkan makan pagi, nampak Lucky sudah berdiri di depan pintu dan menyambut kami dengan penuh semangat. Kebahagiaan yang tak ternilai harganya saat melihat Lucky lahap berusaha menghabiskan makanannya sendiri dan tampak mulai menjilati kedua tangan depannya setelah makan. 

Lucky tetap berada di ruangan Isolasi hingga 1 minggu setelahnya, kami beri porsi makananan lebih banyak dan lebih bergizi untuk membantu mempercepat proses pemulihan. Seakan terbayar seluruh usaha kami saat melihat Lucky pulih dan ceria kembali berkumpul bersama teman-teman kucing lainnya.

Saat ini Lucky sudah berusia hampir 1 tahun, gemuk, sehat dan ceria. Demikian pengalaman kami merawat kucing yang terkena Calici Virus secara mandiri di rumah. Semoga bermanfaat
Share:

Tuesday, June 5, 2018

6 Cara merawat anak kucing tanpa induk

Idealnya anak kucing harus tetap bersama induknya minimal hingga berumur 2 bulan atau delapan minggu sehingga pertumbuhan dan kesehatannya terjamin dengan mendapatkan cukup ASI dari induknya, akan tetapi dengan berbagai kondisi akhirnya kita harus ikut campur merawat anak kucing yang seharusnya bersama induknya tersebut, hal ini disebabkan karena beberapa faktor seperti induk kucing tidak mau menyusui, induk kucing meninggal, atau bahkan karena kita menyelamatkan anak kucing yang terlantar dijalanan.

Anak kucing tanpa induk sedang disusui dengan menggunakan spuit
Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan cara merawat kucing tanpa induk.

1. Mencari induk angkat kucing.

Carilah induk angkat kucing, bisa bertanya dengan teman-teman atau mencari info diberbagai forum peduli kucing, selain itu bisa mendatangi tempat penampungan kucing di sekitar tempat tinggal kita untuk mencari induk angkat yang bisa menyusui anak kucing karena dengan mendapatkan induk kucing pengganti maka diharapkan bayi kucing yang ditinggal induknya ini bisa mendapatkan susu alami karena ini adalah pilihan terbaik bagi anak kucing.

Yang harus diperhatikan ketika sudah mendapatkan induk angkat kucing :

a) Jika kita sudah menemukan induk angkat kucing, cobalah untuk menyamarkan bau anak kucing yang baru dengan cara diusap bulu anak kandung dari induk kucing pengganti tersebut, kemudian usapkan tangan ke tubuh anak kucing kita. Cara ini bisa memindahkan bau anak kandung induk kucing ke anak kucing kita.

Dengan cara yang kita lakukan diatas,Kemungkinan induk kucing pengganti untuk menolak anak kucing dengan bau tak dikenal jauh lebih besar. Dengan "menyamarkan" bau anak kucing kita, maka peluangnya untuk diterima dan disusui akan lebih besar.

b) Walaupun induk kucing pengganti sudah kita dapatkan, kita harus tetap waspada dan berhati-hati karena terkadang si induk pengganti ini tidak mau menerima dan menyusui anak kucing dari induk lain bahkan ada induk kucing angkat reaksinya membahayakan seperti mencoba membunuh anak kucing lain.

2. Menyiapkan makanan untuk bayi kucing

Jika kita tidak mendapatkan induk pengganti maka kita harus merawat anak kucing yang ditinggalkan induknya ini secara mandiri, berikut ini hal yang harus dilakukan agar si anak kucing ini bisa tetap bertahan.

a) Memberikan makanan

Yang harus diketahui adalah Anak kucing yang baru lahir hanya bisa mencerna susu dari kucing betina, Jika kita Memberikan jenis susu yang salah maka bisa menimbulkan efek kesehatan bagi si anak kucing baik efek jangka pendek maupun jangka panjang seperti diare, dehidrasi,serta kekurangan nutrisi yang mengakibatkan pertumbuhan anak kucing yang tidak maksimal.

Beberapa merk susu kucing yang terdapat dipasaran Indonesia dan cukup bagus diantaranya adalah Royal Canin Babycat Milk, Whiskas Milk for Cats, nutri vet 6 oz, Milk Replacer Plus Pet AG, Growssy cat milk dan masih banyak lagi.

Sebagai alternatif jika tidak mendapatkan susu untuk kucing seperti diatas, anak kucing bisa diberikan air tajin untuk sementara karena air tajin mengandung sedikit karbohidrat untuk menambah energi sekaligus tidak merangsang anak kucing untuk buang air besar, pemberian air tajin pada anak kucing ini bisa menjadi solusi sementara.

b) Jangan memberikan susu sapi untuk manusia kepada kucing karena mengandung laktosa yang bisa mengakibatkan diare dan mengalami kerusakan pada organ dalam secara berlahan,laktosa bisa dicerna oleh tubuh manusia menggunakan enzim Laktase sementara kucing tidak memproduksi enzim tersebut.

3. Mendampingi anak kucing sepanjang hari

Anak kucing yang baru lahir atau anak kucing yang berumur kurang dari dua minggu, harus diperhatikan asupan makanannya siang dan malam hingga usianya cukup untuk beralih ke makanan padat, Semakin dini umur kucing, maka semakin cepat metabolismenya, sehingga dia harus sering diberi makan karena ukuran lambungnya yang kecil. maka kita harus siap 24 jam untuk mendampingi anak kucing tersebut.

4. Jadwal dan panduan pemberian makan anak kucing tanpa induk

Berikut panduan pemberian makan ( susu ) kepada anak kucing tanpa induk dibawah umur satu bulan.

*Anak kucing yang berumur satu hingga tiga hari diberikan susu 2,5 ml setiap dua jam.

*Anak kucing yang berumur empat hingga tujuh hari diberikan susu 5 ml 10 sampai 12 kali dalam satu hari.

*Anak kucing yang berumur enam hingga 10 hari diberikan susu 5 hingga 7,5 ml 10 kali dalam sehari.

*Anak kucing yang berumur 11 hingga 14 hari diberikan susu 10 ml hingga 12,5 ml setiap tiga jam.

*Anak kucing yang berumur 15 hingga 21 hari diberikan susu 10 ml 8 kali dalam sehari.

*Jika anak kucing sudah berumur 21 hari maka diberi susu sebanyak  7,5 hingga 25 ml, tiga hingga empat kali dalam sehari.

*Ketika anak kucing sudah mencapai umur 1 bulan maka bisa dikenalkan dengan makanan padat sedikit demi sedikit dan tetap diberikan susu.

Sedikit tambahan :

*Anak kucing yang berumur antara 6 hingga 10 minggu harus diberi makan enam hingga delapan kali dalam sehari.

*Anak kucing yang berusia 10 minggu hingga 6 atau 7 bulan membutuhkan empat kali makan dalam sehari.

*Anak kucing yang berusia hingga 9 bulan membutuhkan makan tiga kali dalam sehari.

* kucing dewasa diberikan makan dua kali sehari.

Normalnya, berat badan anak kucing naik sekitar 14 gram setiap hari selama dua minggu pertama, harap diperhatikan penurunan dan peningkatan berat badan anak kucing dengan baik selama pemberian susu, dan konsultasikan dengan dokter hewan apabila anak kucing mengalami peningkatan atau penurunan berat badan yang terlalu cepat.

5. Cara agar anak kucing buang air kecil dan besar

Dalam kondisi normal ketika anak kucing bersama dengan induknya maka si induk akan menjilat anus dan alat kelamin anaknya untuk merangsangnya agar si anak kucing bisa buang air kecil dan besar,Induk kucing biasanya akan menampung kotoran anak kucing di pangkuannya,terkadang juga memakan kotoran anaknya agar sarang sarangnya tetap bersih.

Akan tetapi jika kita merawat anak kucing tanpa induknya,maka kita harus membantu anak kucing agar bisa buang air besar dan kecil dengan cara  menstimulasi dibagian anus dan kelamin si kucing dengan menggunakan tisu atau lap katun yang lembut lalu usapkanlah ke bagian anus dengan gerakan seperti ketika induknya sedang menjilat.

6. Malam hari

Ketika malam hari tempatkan kucing dalam tempat yang hangat dan nyaman agar bisa tidur nyenyak salah satu cara agar kucing tetap hangat adalah dengan menggunakan botol berisi air hangat yang dibungkus dengan handuk atau kain yang lembut, kita harus rajin memeriksanya untuk memastikan bahwa botol tersebut masih hangat yaitu sekitar 38 derajat Celcius.Jika terlalu panas anak kucing bisa dehidrasi dan bisa membahayakan nyawanya.

Video cara memberi makan anak kucing tanpa induk 

 

Demikianlah artikel tentang Cara merawat kucing baru lahir tanpa induk, semoga bermanfaat untuk para cat lover terutama yang peduli dengan kucing-kucing yang terlantar.

Tags
Cara merawat anak kucing tanpa induk,cara merawat anak kucing,6 cara merawat anak kucing, 6 cara merawat anak kucing tanpa induk
Share:

Sunday, June 3, 2018

Persiapan saat akan meninggalkan kucing di rumah ketika mudik lebaran

Saatnya Mudik Lebaran, bagi para pecinta kucing perasaan tidak tenang dan khawatir selalu menghinggapi ketika akan meninggalkan kucing di rumah dalam jangka waktu tertentu. Perasaan was-was itu muncul didasari rasa sayang pada mereka seperti keluarga sendiri. Terlebih lagi jika kucing yang dirawat dalam jumlah banyak, hal ini menjadi kendala tersendiri saat akan mudik Lebaran.

Kucing berkumpul sedang makan

Berikut ini beberapa tip cara meninggalkan kucing di rumah saat mudik Lebaran dengan aman dan tenang

1. Menitipkan kucing di tempat penitipan hewan

Jika jumlah kucing satu atau dua ekor, menitipkan kucing ke tempat penitipan hewan adalah pilihan terbaik karena disana kucing akan lebih terjamin dan terkontrol dari segi pemberian makanan,vitamin dan juga perawatan. Kita juga lebih tenang karena di tempat penitipan hewan terdapat berbagai fasilitas penunjang kesehatan dan kebutuhan si Kucing selama jauh dari pemeliharanya. Mereka akan dipisahkan antara kucing yang sehat dan kucing yang sakit, yang sudah di Vaksin dan yang belum. Dan dari segi biaya juga lebih flexibel.

2. Menitipkan kucing ketempat penitipan kucing rumahan

Seperti yang sering ditemui pada group dan forum-forum Sosial Media, beberapa orang menawarkan Jasa penitipan hewan peliharaan di rumahnya untuk jumlah tertentu. Anda bisa menitipkan kucing-kucing pada foster sementara tersebut dengan biaya terjangkau tanpa khawatir dengan perawatan dan kasih sayang pada kucingnya karena kebanyakan dari mereka yang menerima jasa penitipan hewan rumahan adalah para pecinta kucing.

3. Menitipkan kepada orang yang terpercaya

Carilah orang yang bisa dipercaya untuk merawat kucing-kucing kita di rumah selama ditinggal mudik Lebaran. Bisa teman, kerabat dan tetangga dari lingkungan sekitar tempat tinggal. Syukur-syukur jika orang tersebut juga penyayang kucing sehingga mengurani rasa khawatir dan memudahkan dalam merawat kucing selama kita tinggal liburan ataupun mudik.

Kucing diurmah 

Terdapat beberapa hal atau persiapan yang harus diperhatikan ketika kita menitipkan kucing kepada orang yang kita percaya agar kita merasa tenang dan nyaman, diantaranya adalah :

a) Pengenalan lingkungan untuk kucing dan perawat kucing

Beberapa hari sebelum kita meninggalkan kucing di rumah ada baiknya jika memperkenalkan kucing kepada orang yang akan merawat mereka terlebih dahulu agar kucing mulai terbiasa dan merasa nyaman dengan orang baru tersebut.

b) Memberikan intruksi atau arahan 

Berilah arahan kepada orang yang telah kita pilih untuk merawat kucing agar tugas-tugas yang biasa kita lakukan bisa dijalankan dengan baik seperti jadwal pemberian makanan, pemberian minum, membuang kotoran atau memisahkan kucing yang mempunyai kebiasaan tertentu misalnya kucing yang tidak bisa makan dry food harus kita siapkan makanan khusus untuk beberapa hari kedepan.

c) Memantau kondisi kucing selama ditinggal pergi

Karena yang merawat kucing kita bukan tenaga profesional seperti yang ada ditempat penitipan hewan, maka kita harus tetap memantau secara khusus perkembangan dan kondisi kucing ketika ditinggal agar tidak terjadi dengan hal-hal yang tidak kita inginkan. contoh kecilnya adalah pemberian air minum yang terkadang lupa diganti dengan air baru, ini pernah admin maskikin.com alami ketika pertama kali menitipkan kucing kepada orang yang terpercaya.

d) Pemberian uang lelah

Memberikan uang lelah lebih adalah salah satu cara agar orang yang merawat kucing-kucing kita selama ditinggal tetap semangat karena merawat kucing apalagi dalam jumlah besar tentu tidak mudah, jangankan untuk orang yang baru merawat kucing, yang tiap hari tidur dan makan dengan kucing saja terkadang geregetan melihat tingkah polah kucing yang nakal, pemberian uang lebih ini sebagai obat penawar ketika kena cakaran dari sikucing.

Demikian cara meninggalkan kucing dirumah dengan aman dan tenang selama kita tinggal mudik lebaran, semoga tip ini bermanfaat untuk para cat lover semua.


Tags
Meninggalkan kucing dirumah,tips tinggal kucing di rumah,tips meninggalkan kucing,tip meninggalkan kucing ketika lebaran


Share:

Tuesday, April 24, 2018

Hipotermia pada Kucing dan cara mengatasinya

Kucing memiliki lapisan tubuh luar berupa bulu yang tebal yang salah satu fungsinya adalah menjaga suhu tubuh agar tetap hangat pada cuaca dingin. Namun saat cuaca benar-benar dingin, mantel bulunya tidak akan mampu menghangatkan tubuh si Kucing. Yang harus diwaspadai adalah Bulu kucing yang basah saat cuaca dingin, karena bisa menyebabkan kucing menderita kedinginan ( Hipotermia / hypothermia ).

Kucing yang sedang mengalami kedinginan ( Foto Koleksi Pribadi )

Ciri-ciri Kedinginan pada kucing

Kedinginan pada kucing menyebabkan suhu tubuhnya makin turun yang ditandai dengan Tubuh kucing yang mengigil, bersin-bersin, bagian telinga dan telapak kaki kucing yang terasa sangat dingin, aktivitas kucing juga makin lambat ( lebih banyak tidur ), ritme napasnya melemah, denyutan jantung melemah atau akan berhenti sama sekali jika tidak ditangani dengan cepat, kucing dapat kehilangan kesadaran hingga mengarah pada kematian

Penyebab kedinginan pada kucing

Beberapa penyebab Hipotermia pada kucing adalah kucing berada di lingkungan bercuaca dingin yang ekstrem dalam jangka waktu lama, Kehujanan, Bulu kucing yang terlalu lama basah saat mandi atau terendam air namun tidak segera dikeringkan, Efek obat bius yang terlalu lama hingga kucing tidak segera siuman. Kitten yang baru lahir belum mampu mengatur temperature tubuhnya sendiri juga sangat beresiko Hipotermia apabila Induknya tidak segera merawat dan menghangatkan tubuh anaknya. Terkejut ( syok ), keracunan dan kurang gizi ( Malnutrisi ) pada kucing juga dapat menyebabkan Hipotermia

Pertolongan dan perawatan pada kucing kedinginan

Segera pindahkan kucing yang mengalami kedinginan ke tempat yang kering dan lebih hangat. Jika tubuh dan bulunya basah, segera keringkan dengan kain atau handuk, Selimuti tubuh kucing dengan selimut tebal lalu gosok-gosok perlahan tubuhnya. Jika diperlukan, gunakan botol kaca berisi air panas yang dilapisi handuk untuk memberikan efek hangat pada selimut kucing, letakkan pada wilayah perut dan lipatan tangan kucing.

Jangan menggunakan alat pemanas ruangan atau hairdryer karena dapat menyebabkan kulit terbakar dan trauma pada kucing. Berikan asupan nutrisi pada si kucing menggunakan alat bantu seperti pipet atau suntikan tanpa jarum, Beri lampu penghangat pada tempat kucing tidur dan jika Matahari terik, kucing bisa dijemur di bawah sinar mahatari.

Namun jika setelah pertolongan pertama kondisi kucing tidak juga membaik, segera bawa ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Agar kucing tidak terkena Hipotermia, pastikan kucing berada dalam lingkungan rumah saat cuaca dingin, namun jika memang harus berada di luar rumah pastikan si kucing berada di lingkungan yang kering, tidak terkena angin atau hujan secara langsung.
Share:

Saturday, April 21, 2018

Cara mencegah kebiasaan kucing menggaruk perabotan dalam rumah

Mengapa kucing suka menggaruk perabotan dalam rumah ?

Menggaruk perabotan rumah adalah salah satu kebiasaan yang cukup meresahkan bagi para pemelihara kucing. Kursi, pintu, karpet hingga sofa sering menjadi sasaran dari kebiasaan “Scratching” si kucing. Adakalanya saking jengkelnya para pemilik kucing akan memarahi dan memukul kucing saat melihat mereka mulai menggaruk perabotan rumah, tanpa mencari tau mengapa kucing memiliki kebiasaan menggaruk hingga menemukan solusi agar mereka tidak lagi merusak perabotan rumah. “Scratching” sudah menjadi kebiasaan bagi kucing untuk mempertajam cakarnya karena seperti halnya habitat di alam liar, mereka sangat memerlukan kuku yang tajam untuk berburu dan menangkap mangsa. Selain itu cakar yang tajam sangat berfungsi saat mereka memanjat pohon atau untuk mempertahankan diri dari serangan musuh.

Si Kocil sedang menggaruk pintu

Ternyata  kebiasaan “Scratching” tersebut sangat penting bagi kucing dan memiliki arti yang sangat kompleks dari yang kita bayangkan, “Scratching” juga dapat menjaga agar kuku kucing selalu tajam dan selalu dalam kondisi prima serta membantu membersihkan lapisan transparan yang selalu tumbuh disekitar kuku kucing. Di alam liar, kebanyakan kucing menggaruk  pohon untuk menandai wilayah jelajahnya. Pada telapak tangan kucing terdapat kelenjar yang akan mengeluarkan bau yang khas. Jadi saat kucing mulai menggaruk, bau tersebut akan melekat yang berfungsi sebagai komunikasi teritorial untuk menandai benda, wilayah dan lingkungan jelajahnya. Bau khas yang ditinggalkan pada bekas garukan itu akan menjadi semacam "pesan" bagi kucing lain yang mungkin melintas pada wilayah mereka. Kebiasaan “Scratching” juga dapat menandakan bahwa kucing merasa nyaman dan senang karena hal tersebut juga dilakukan oleh kucing saat merayu pemiliknya untuk diberi makan, saat saling memijat dan bermain bersama kucing lain atau bahkan saat kucing baru bangun tidur sambil melakukan peregangan otot bahu dan punggungnya. 

Bagaimana cara agar kucing berhenti menggaruk perabot rumah ?

Satu hal yang pasti, kita tidak akan bisa menghentikan kebiasaan kucing menggaruk, namun bisa mengontrol dan mengalihkan cakar-cakar mereka dari perabotan rumah ke bidang lain. Untuk meminimalisir kerusakan perabot rumah akibat kebiasaan kucing menggaruk, persiapkan tempat khusus atau "Scratch Post" yang dapat dipergunakan oleh kucing untuk menggaruk dan mengasah kuku-kukunya. Sayangi kucing dan perabot anda dengan memberikan tempat khusus bagi kucing untuk mengasah kuku mereka. Tempat khusus "Scratch Post" untuk kucing menggaruk bisa kita buat sendiri atau dapat juga beli di toko khusus menjual mainan dan perlengkapan hewan peliharaan, biasanya bahan yang digunakan adalah kayu lunak, karpet, kardus, Tali rami atau bahan lain yang tidak terlalu halus permukaannya agar kuku kucing dapat menancap lebih dalam. Letakkan di tempat-tempat kesukaan kucing bermain atau bisa di tempel pada dinding. Metode berikutnya untuk mengontrol kebiasaan kucing menggaruk perabot rumah adalah memotong kukunya. Namun proses pemotongan kuku kucing harus dilakukan oleh yang sudah ahli, karena jika terjadi kesalahan potong akan membuat kucing trauma dan berakibat fatal bagi jari-jari si kucing. 

Kucing sedang Scratching setelah bangun tidur

Bagaimana cara melatih kucing agar mau menggaruk pada tempat khusus yang sudah diberikan ?

Kucing termasuk hewan yang cerdas, mereka akan sangat cepat mengerti dan belajar dari kebiasaan. Ada beberapa kucing yang akan langsung paham cara menggunakan "Scratch Post" dan perlahan akan meninggalkan kebiasaan menggaruk perabotan rumah. Namun ada pula yang memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat merubah kebiasaan itu. Cara melatih yang paling tepat adalah dengan meletakan "Scratch Post" disekitar tempat biasa kucing menggaruk perabotan rumah, perhatikan tingkah laku kucing saat mulai mendekati "Scratch Post" tersebut. Jika kucing masih menggaruk perabotan rumah, tangkap kedua tangannya lalu letakkan pada "Scratch Post" dan perlahan ajari mereka dengan melakukan gerakan menggaruk pada bidang "Scratch Post". Lakukan dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, usahakan jangan memarahi atau memaksa kucing melakukan hal tersebut. Mereka akan cepat mengerti jika merasa senang dan nyaman hingga dapat merubah kebiasaan untuk tidak lagi menggaruk perabotan rumah.

Demikian cara mencegah dan mengurangi kerusakan perabotan dalam rumah akibat kebiasaan kucing menggaruk atau Scratching, semoga bermanfat.

Share:

Thursday, November 2, 2017

Cara memberikan obat cacing pada kucing dan dosisnya

Cacingan adalah salah satu penyebab kematian pada anak kucing. Terdapat 4 jenis cacing yang menyerang kucing yaitu cacing gelang, cacing tambang, cacing hati dan cacing pita. Salah satu indikasi anak kucing terinfeksi cacing adalah nafsu makan menurun, perut membuncit hingga muntah dan pup yang berisi cacing.



Kami memberikan Drontal Cat, obat cacing khusus kucing yang difomulasikan untuk membasmi semua jenis cacing yang ada dalam perut kucing. Dengan dosis yang tepat, pemberian obat cacing pada kucing secara berkala terbukti mampu mengurangi tingkat kematian kucing akibat cacingan.



Berikut iniVideo cara memberi obat Cacing pada Kucing beserta dosisnya




Share:

Bisul di sendi-sendi kaki Kucing


Anak kucing ini bernama Milan, kucing rescue yang kami temukan di pasar dekat rumah. Saat ditemukan dalam kondisi terkena bisul di hampir semua sendi kakinya.

Mulanya kami kira itu adalah bisul akibat telalu lama hidup di jalanan atau akibat luka yang terkena kotoran. Namun setelah kami googling ternyata itu salah satu indikasi penyakit Feline Calicivirus.



Uniknya, bisul pada sendi-sendi kaki milan terjadi berkali-kali. Hari ini bengkak, besok pecah, lusa kering, namun berselang 3 hari muncul lagi bisul yang sama.


Karena ketebatasan pengetahuan kami saat itu tentang Feline Calicivirus, Milan hanya kami beri Antibotik dan Vitamin. Kami juga membersihkan luka bekas pecahan bisul di sendi-sendi dan mengompresnya dengan Revanol.


Selama bisulan itu, Milan memiliki nafsu makan normal cenderung rakus, suhu tubuh juga normal tetap lincah walau jalannya terpincang-pincang. Kami juga mengoleskan VCO pada luka bisul dan jamur yang ada pada hampis semua bagian tubuhnya.


Saat ini kondisi Milan sudah pulih sepenuhnya. Sehat dan lincah walau gerak tubuh dan cara berjalannya agak berbeda dengan kucing lainnya.




Kucing Milan jadi ganteng banget :D
Share:

Merawat kucing yang lehernya bengkak

Salah satu kucing kami tiba-tiba mengalami pembengkakan pada leher tanpa diketahui secara pasti apa sebabnya. Mulanya hanya benjolan kecil, namun setelah 3 hari bengkak makin membesar, sehingga membuat si kucing sulit untuk makan. Anak kucing ini berumur kurang lebih 3 bulan, sebelumnya sehat fisik, gemuk dan lincah. Namun sejak lehernya membengkak, Suhu tubuhnya menjadi panas dan sehari-harinya hanya tidur dan malas bergerak.




Dan saat bengkak itu pecah, menciptakan 2 lubang besar pada bagian bawah mulut si kucing, Kami merawatnya dengan membersihkan kotoran dan cairan yang keluar dari lubang tersebut air hangat, menggunakan kapas dan kasa steril, lalu di usapkan sedikit Alkohol dan Rivanol untuk mempercepat penutupan luka.


Kami juga memberi Antibiotik ( Amoxicillin ) dengan dosis 1ml selama 3 hari. Selang beberapa hari, perlahan-lahan luka luka mengering dan mengecil. si kucing kembali lincah.






Share:

Friday, June 16, 2017

Kisah perjuangan Milo seekor kucing kampung jantan

Hai perkenalkan, namaku Milo. Kucing Jalanan Jantan yang hingga saat ini tinggal di sebuah rumah penuh cinta, buluku berwarna coklat susu dan aku berusia kurang lebih satu tahun. Saat ini aku akan menceritakan sebuah kisah, tentang hidup seekor kucing terlantar ditengah keluarga penyayang kucing.

Milo
Kuawali kisah saat pertama kali aku dipertemukan dengan mommy di tengah keramaian pasar. Saat itu aku sedang termenung dibawah meja seorang penjual sayur, tak ada suara yang bisa kuteriakkan, hanya diam sambil menatap bingung sekelilingku. Tubuhku yang mungil dan kurus mungkin membuat mommy iba padaku dan bergegas membawaku pulang. Tapi sebenarnya mommy tidak tau, apa yang dibawanya pulang saat itu, seekor anak kucing tanpa induk dengan segala penderitaan.

Milo disambut Mini saat pertama datang
Segera sesampai di rumah, aku diperkenalkan dengan teman-teman senasib lainnya, mereka menyambut kedatanganku. Tak ada pertengkaran dan perkelahian diantara kami, bahkan aku langsung merasa betah tinggal di rumah mommy. Kulihat mommy sibuk menyiapkan sesuatu di dapur, aku asik bermain dengan teman-teman sambil sesekali memandangi mommy. Apa yang mommy pikirkan saat itu, hingga aku diambil dan dibawa pulang hingga bertemu banyak teman.

Milo akrab dengan teman barunya
Makan, rupanya mommy menyiapkan makanan untuk aku dan teman-teman. Setiap pagi sepulang dari pasar, mommy segera mengukus ikan layang segar yang baru dibelinya. 12 Ekor teman baruku yang lebih dulu tinggal di sini sudah paham betul kebiasaan mommy, mereka menunggu dengan sabar walaupun terlihat sangat lapar. Dengan lahap kami segara menghabiskan hidangan yang mommy berikan, tandas tak bersisa.

Setelah makan, aku didekati mommy, tangannya terlihat memegang gunting. Ih serem, apa yang akan mommy lalukan padaku saat aku tak berdaya karena kekenyangan. "Kresss" seketika itu juga kalung tali rapia yang melingkari leherku putus terkena gunting mommy, lega rasanya. Aku sendiri lupa sejak kapan memakai kalung itu, tapi rupanya mommy masih belum puas. Disibaknya bulu coklatku kekiri dan kanan, mommy dengan teliti melihat seluruh tubuhku. Terlihatlah bulatan-bulatan bekas jamur disekujur tubuh, terutama di sekitar mata dan telingaku, terasa sangat gatal dan kemerahan. VCO ( Minyak Kelapa Murni ) dioleskan mommy pada bagian sekitar mata dan telingaku, begitu banyak yang terjadi di hari pertamaku di rumah Mommy, sementara aku mulai tertidur dengan lelap.

Milo tertidur lelap setelah makan
Diare akut yang kualami tak luput dari perhatian mommy, mungkin karena terlalu lama di jalan, cacingan, kedingingan, makan makanan yang tidak semestinya hingga membuat pencernaanku terganggu. Sampai-sampai (maaf) anusku tersembul keluar. Lacto-B (obat pencernaan untuk bayi manusia) yang dilarutkan pada sedikit air diberikan mommy padaku dengan spuit tanpa jarum. Awalnya aku berontak, tapi dengan sabar mommy menyuapi obat itu hingga tertelan semua. Keesokan harinya, mommy memberiku Drontal Cat ( Obat Cacing Kucing ) 1/8 bagian untuk mengeluarkan cacing-cacing yang mengerogoti isi perutku.

Waktu berjalan begitu cepat, seminggu sudah aku ada di rumah mommy. Jamur disekitar tubuhku makin banyak dan menyebar hingga ke ekor. Tapi aku malas sekali bergerak, tidur melingkar di keset dekat dapur adalah kegiatanku hari ini. Candaan dari teman-teman tak aku hiraukan, Makanan yang diberikan mommy juga sama sekali tidak menarik minatku, yang aku inginkan hanya tidur, tidur dan tidur. Namun rupanya mommy memperhatikan sikapku, mulutku yang belepotan liur dilap dengan air hangat lalu dibuka lebar-lebar dan diolesi sesuatu. Sesuatu yang pedih dan membuat aku berontak sejadinya. Rupanya mommy mengusapkan setetes Albothyl yang dilarutkan pada setetes air diberikan pada luka di sekitar mulutku menggunakan cotton bud. Ajaibnya, beberapa menit setelah itu, aku langsung lahap menghabiskan makanan yang mommy berikan.

Milo sariawan
Belum sembuh benar sariawan pada mulutku, hari ini aku demam. Ada Benjolan di leherku, awalnya kecil tak begitu kuhiraukan. Namun benjolan itu menjadi lebih besar dan membuat tubuhku panas. Dengan sabar Mommy mengusapkan washlap hangat setiap pagi dan sore pada benjolan dileherku dan mengompresnya dengan Revanol. Perban yang dililitkan disekitar kepala sangat menggangu kenyamanan dan aktivitasku. Tapi mau bagaimana lagi, mommy melarangku mengaruk dan menggigit perban itu.

Milo dan perban dilehernya
Namun saat aku bercanda saling mencakar dengan teman-teman, tanpa sadar benjolanku tersangkut salah satu kuku mereka dan "splash" cairan dalam benjolan itu kerhambur keluar, meninggalkan luka mengganga pada leherku. Luka itu dikompres dengan Revanol dan betadine secara bergantian, namun Mommy sempat kebingungan, bagaimana caranya agar luka itu tidak infeksi tergaruk oleh cakarku atau temanku. Hingga akhirnya tercetus ide, melilitkan perban agak tebal pada gelas plastik dan dipakaikan seperti gelang pada leherku. Ternyata, benjolan di leherku ada dua dan pecah pada waktu yang berbeda, terbayangkan bagaimana kerepotan mommy merawat lukaku itu.

Milo pakai gelang perban dari gelas plastik
Perlahan, Diare dan sariawan juga sudah tidak menyerangku lagi. Jamur di sekujur tubuhku juga mulai sembuh, Mommy mengoleskan VCO setiap pagi saat matahari bersinar terik dan memandikan aku dengan sabun mengandung sulfur 2 minggu kemudian. Perlu waktu 3 bulan untuk memulihkan kondisiku dan hasilnya sekarang Aku menjadi lebih percaya diri, bermain bersama teman-teman dan adik-adik asuh lainnya di rumah mommy.
Milo di kamar
Aku tidak tau berapa tepatnya usiaku dan siapa pemilik asliku yang dulu membuangku di pasar, namun setahun sudah aku tinggal di rumah mommy, bersama lebih dari 30 ekor teman-teman yang memiliki kisah yang tidak terlalu berbeda denganku. Kami hidup rukun, saling menyayangi dan memiliki tempat favorit sendiri untuk tidur, aku sangat suka tidur di kamar mommy melingkar pada bantal kesayangannya.

Milo termenung
Demikian kisah perjalanan satu tahun hidupku di rumah seorang penyayang kucing. Aku Milo, Kucing jantan dengan bulu berwarna coklat susu, semoga ceritaku ini memberikan inspirasi pada semua orang dan agar mereka semakin peduli pada kucing terlantar.

Update foto-foto Milo terbaru






 

Share:

Wednesday, June 14, 2017

Cara mengatasi anak kucing yang tiba-tiba malas makan

Anak kucing piatu di bawah usia 2 bulan sangat rentan terserang penyakit. Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuhnya sangat lemah, selain karena tidak mendapat ASI dari induknya, anak kucing piatu biasanya terlalu dini mengkonsumsi makanan yang seharusnya belum bisa dicerna oleh mereka.

Resiko penyakit seperti Diare, Flu, Jamur dan penyakit lainnya sangat mungkin menyerang anak kucing tersebut. Berdasarkan pengalaman yang lalu saat mencoba menyelamatkan anak kucing piatu usia dibawah 2 bulan telah membuat kami lebih waspada terhadap serangan penyakit yang mungkin membuat anak kucing tersebut meninggal.

Anak kucing sedang malas makan
Kuncinya cukup makan dan minum. Berikan makanan sesering mungkin dalam porsi kecil untuk anak kucing piatu usia di bawah 2 bulan, karena mereka selalu lapar dan haus. Makanan kering ( Dry Food ) ataupun makanan Basah ( Wet Food ) yang diberikan sebisa mungkin dilumat menjadi lebih halus agar mudah dicerna. Minuman yang diberikan juga harus dijaga kebersihannya, usahakan yang sudah dimasak atau menggunakan air mineral.

Pantau terus frekuensi makan dan minum anak kucing. Jika terlihat malas makan dan minum, hanya berjemur, lebih sering tidur atau murung tidak banyak bergerak, kita harus waspada. Karena itu mungkin mengindikasikan anak kucing tersebut terserang penyakit.

Berikut beberapa tips mandiri jika tiba-tiba anak kucing malas makan,

1. Periksa secara detail tiap bagian tubuh anak kucing, apakah ada yang terluka, memar atau bengkak. Memar dan luka pada tubuh anak kucing dapat menyebabkan mereka malas untuk makan dan bergerak, hanya tidur atau menjilati bagian yang luka. Jika ada luka pada tubuhnya, oleskan VCO jika bagian yang luka bisa terjangkau jilatan, oleskan obat luka ( Betanine ) jika lukanya tidak terjangkau oleh jilatan.

Periksa secara detail sekujur badan anak kucing
2. Cek Telinga anak kucing, ear mites dan jamur sangat mudah menyerang anak kucing usia di bawah dua bulan. Garukan dan gelengan kepala anak kucing yang berlebihan bisa mengindikasi adanya EarMites atau jamur disekitar kepala, hal tersebut kadang membuat anak kucing menjadi malas untuk makan. Segera bersihkan daun telinga kucing menggunakan kapas yang diberi sedikit alkohol atau VCO dan hati-hati membersihkan dalam telinganya dengan cottonbud. Oleskan tipis pada bagian yang terkena jamur jika ditemukan lingkaran jamur dan ketombe pada kepala anak kucing.


3. Perhatikan sekitar mulut dan rongga dalam mulut anak kucing. Sering kali sariawan pada anak kucing menyebabkan hilangnya nafsu makan. Indikasinya dapat berupa Anak kucing terlihat ingin menyantap makanan namun tidak bisa, hanya diendus tanpa dimakan. Atau mengeong lapar namun tiap diberi makan selalu tidak disentuh. Yang kami lalukan adalah melarutkan 1 tetes obat sariawan ( Albothyl ) dengan 1 tetes air, gunakan cotton bud untuk dioleskan pada bagian mulut anak kucing yang sariawan. Lalukan setiap 4-5 jam sekali.

Periksa sekitar mulut anak kucing
4. Perubahan suhu lingkungan yang ekstrem dapat pula menyebabkan anak kucing kehilangan nafsu makan. Usahakan anak kucing berada dalam ruangan yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Jangan biarkan anak kucing usia dibawah 2 bulan tidur di lantai tanpa beralaskan kain.

5. Merubah Variasi makanan yang mendadak juga dapat menyebabkan anak kucing dibawah 2 bulan menjadi malas makan. Jika dirasa perlu, berikan Norit ( arang aktif ) untuk mencegah hal-hal negatif dari variasi makanan baru yang dikonsumsi karena mungkin berpengaruh buruk pada pencernaan anak kucing. Kami memberikan setengah butir Norit untuk anak kucing dengan berat badan kurang lebih 500gram.

6. Jika bukan karena makanan, tidak ada luka, telinga bersih dan tidak sariawan, ada kemungkinan anak kucing memang sedang malas. Ingin dimanja dan ingin ditemani bermain juga kadang kala membuat anak kucing usia dibawah 2 bulan menjadi malas makan. Luangkan waktu sebentar untuk sekedar mengelus tubuh, kepala atau bermain dengan mereka. Kasih sayang dan perhatian yang tulus dapat memberikan semangat bagi anak kucing untuk tetap tumbuh sehat. 

Ajak anak kucing bermain dengan kasih sayang
7. Namun jika Anak kucing tetap tidak mau makan, gunakan pipet atau spuit tanpa jarum ( syringe ) untuk membantu memasukan makanan dan minuman pada si anak kucing. Kuning telur atau Bubur bayi beras merah yang telah dilarutkan dengan air hangat atau kaldu bisa menjadi pertolongan pertama bagi anak kucing yang tidak mau makan. Jangan biarkan mereka terlalu lama tidak mendapat asupan makanan dan minuman, karena dehidrasi dan kelaparan pada anak kucing usia dibawah 2 bulan dapat menyebabkan kematian. Jangan lupa untuk selalu berdoa, agar mereka cepat sembuh dan lincah kembali. Jika keuangan memungkinkan bawa ke dokter hewan atau vets untuk berkonsultasi dengan ahlinya.

Gunakan Pipet atau spuit untuk membantu asupan makanan
Demikian beberapa tips dari kami, tentang cara mengatasi dengan mandiri anak kucing yang tiba-tiba malas makan, Semoga bermanfaat.
Share:

Blog Archive

Support